Thursday, 5 February 2015

KARENA KITA ADALAH SATU ({})


3DEWI. adalah kita (Aku, Lia dan Mila).


Teman baru yang aku temukan ketika pertama kali masuk kuliah. Tepatnya ketika semester 1.
 
Mila yang satu jurusan denganku. Kesan pertama aku bertemu dengannya, menurutku dia adalah gadis cuek dan sok cantik. Heran, karena kupikir Mila adalah gadis cantik yang berlesung pipi dan sedikit tembem. Sama seperti di Foto profil facebooknya, ternyata Mila tak  gadis kerempeng dan sok cuek. Kemana sibuk sama HP. Semacam nggak butuh siapa-siapa saja. (ini adalah penilaian awal ya).


Nurmulya Sapittri, mahasiswa jurusan bahasa inggris yang tidak kalah sok cueknya dengaan Mila (penilaian awal). Pertama bertegur sapa ketika sama-sama mendaftar di salah satu UKM Kampus. Tepatnya UKM Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim dan pertemanan itu berlanjut sampai sekarang (Alhamdulillah). Gadis (sok) manis yang sering dipanggil Lia itu kini jadi Pimpinan Umum di LPM SA (keren kann).

Seminggu duaminggu sebulan berbulan-bulan Alhamdulillah udah semester 6.Aku semakin dekat dengan mereka. terlebih dengan Sarmila (nama lengkap Mila). Wajar, karena dia satu jurusan dan satu unit dengan dirinya. Dengan Lia juga. Meskipun beda jurusan. Rasanya sehari nggak ketemu mereka berdua, rindu selalu dating (serius lebay binggo). Dan mereka tidak seperti yang pertama aku perkirakan (Penilaian awal, salah). 

Mila yang awalnya pendiam ternyata super cerewet dan lincah (bukan rujak aceh ya). Ia pandai dalam segala bidang. Yahh kurang lebih begitulah. Banyak hal yang bisa kuambil pelajaran dari dirinya (ketahuan dehh). Mulai dari sikapnya yang (sok) santai ketika menghadapi tugas yang belum selesai. Sikap (sok) kaya nya yang ketika makan bakso padahal ujung-ujungnya aku yang bayar. Sampai gaya (sok) nggak apa-apanya dia ketika dia tahu bahwa data (D:) di laptopnya dihapus oleh adiknya yang sumpah nakal binggo. 


Satu hal yang aku nggak suka dari Mila (beberapa hal lain, masih rahasia). Ketika aku marah, marah besar sama dia, dia malah (sok) nggak bersalah gitu. Senyam senyum aja terus. Nyebelin banget (sumpah). Udah tu, kalo disuruh buat tugas tu kebanyakan nggak dia buat. Perbandingannya 2:10 gitu deh. (insaflah wahai Milaaa). 
Terakhir, Mila tu tukang nebeng. Aku semacam RBT (ojek) gitu ada, dibuat sama dia. Udah dikatai gimana juga tetap aja senyam senyum. Hadeh Milaaa Mila. Semoga nggak ada lagi teman seperti engkau di dunia ini (Aaminn). 

After Mila. Go to Lia. Gadis (sok) manis yang dulunya kukenal sok cuek dan tukang nyuruh. Sekarang masih aja nyuruh-nyuruh. Nyuruh antar nyuruh jemput. Kirim CM nyuruh telpon. Hadehhh. Tapi dibalik semua itu, Lia is Something. Tanpa Lia, 3Dewi nggak akan ada. Kalo aku dan mila kan namanya 2Dewi (haha). 


Dari Lia aku juga banyak belajar. Mulai dari (sok) santainya dia ketika kuliah nggak ada jajan. Sampai sifat dia yang (sok) pekerja keras untuk mendapatkan tiket ke Thailand bulan tahun lalu. Lia dan Mila is the best dehh..

Penilaian awal bisa saja jelek karena kita belum kenal satu sama lain. Meskipun kita tidak pernah berpelukan (nyadar nggak sih kalian?) jarang berjabat tangan. Jarang mengungkapkan rasa rindu. Tapi kita itu satu. 3Dewi itu adalah 3hati yang disatukan dalam satu jiwa.
Laut Kuala Raja adalah saksi nama kita diresmikan. Senior Jarjani (Alm) yang telah mencetus nama itu. Meskipun tanpa kompromi dengan senior lain terlebih dulu. 3Dewi itu tetap ada. Sampai kapanpun dan dimanapun kita berada.
 
Mila, Lia. (Secara tidak lansung) kalian adalah guru bagiku. Si piso-piso adalah saksi bahwa kita adalah satu. L-300 “malam” itu adalah bukti bahwa kita selalu bersama. Dan aku yakin, akan ada “si piso-piso” lain yang jadi saksi kita bersama. ({})

0 comments:

Post a Comment